News

Menaker Ajak Pekerja Siapkan “Future Skill” untuk Tingkatkan Daya Saing

Jakarta (KABARIN) - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengajak para pekerja untuk mulai mempersiapkan kompetensi masa depan atau future skills guna meningkatkan daya saing sumber daya manusia (SDM) Indonesia di tingkat regional maupun global.

Dalam sambutannya di sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) 2026 di Jakarta, Selasa, Yassierli menyebut tantangan ketenagakerjaan ke depan semakin berat seiring disrupsi teknologi yang terjadi di berbagai sektor.

“Kita punya PR, bahwa tantangan ke depan terkait dengan future skills. Sudah mulai banyak teriak perusahaan terkait ketidaksiapan SDM dalam menghadapi disrupsi teknologi. Ini harus kita pikirkan bersama,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kondisi kualitas tenaga kerja Indonesia yang dinilai masih tertinggal dibanding sejumlah negara di kawasan ASEAN.

Berdasarkan data Bank Dunia, Human Capital Index (HCI) Indonesia tercatat di angka 0,54, yang berarti potensi produktivitas tenaga kerja baru mencapai sekitar separuh dari tingkat ideal.

Selain itu, tingkat kemampuan digital tenaga kerja Indonesia juga dinilai masih rendah. Yassierli menyebut hanya sekitar 14 persen pekerja yang memiliki keterampilan digital tingkat menengah hingga lanjutan, jauh di bawah rata-rata negara maju yang mencapai sekitar 40 persen.

Ia juga menyoroti indikator Work Digital Competitiveness Index serta tingkat produktivitas nasional yang disebut masih berada di bawah rata-rata negara ASEAN.

“Dan terkait dengan produktivitas, kita 20 persen, di bawah rata-rata negara ASEAN,” katanya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Yassierli menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan dengan dunia usaha, industri, serta serikat pekerja.

Menurutnya, sinergi seluruh pemangku kepentingan dibutuhkan untuk memperkuat hubungan industrial yang harmonis, produktif, dan berkeadilan.

“Kerja-kerja di Kementerian Ketenagakerjaan tidak bisa berjalan dengan baik tanpa dukungan semua stakeholders, termasuk serikat pekerja,” ujarnya.

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: